Do'a Berbuka Puasa yang Benar & Do'a Berbuka Puasa yang Salah beserta Penjelasan & Hadist - Hadistnya.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah bertemu lagi dengan
Siska. Pada Blog yang Kedua ini, Siska akan Menulis tentang Do’a Berbuka Puasa
yang Benar & Do’a Berbuka Puasa yang Salah beserta Penjelasan Hadist –
Hadistnya.
Pada umumnya, Do’a yang tersebar dikalangan
masyarakat adalah sebagai berikut :
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ
آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينُ
Allahumma
laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rezekika afthortu birahmatika yaa ‘arhamar
raahimiin.
Artinya :
“Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka,
dengan rahmat-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Dikalangan masyarakat, masih banyak
yang menggunakan Do’a ini. Do’a ini bersumber dari Hadist yang Lemah. Do’a ini
dinilai Dhaif oleh Al – Albani, sebagaimana keterangan beliau di Dhaif Sunan
Abu Daud 510 dan Irwaul Gholil, 4 : 38.
Lalu ?
Do’a Berpuasa Puasa mana yang Benar &
berdasarkan Hadist yang Paling Kuat ?
Do’a Berbuka Puasa yang Benar adalah
:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ
الأَجْرُ, إِن شَاءَ اللهُ
Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l
‘Uruuqu, wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah.
Artinya :
“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih
pahala, insya Allah.”
Hadist Selengkapnya :
Dari
Ibnu Umar ra. Beliau mengatakan :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ
الْعُرُوقُ… »
Rasulullah SAW, apabila beliau berbuka, beliau
membaca: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalatil
‘Uruuqu…” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279,
Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini
dinilai hasan oleh Al-Albani).
Urutan yang tepat untuk membaca Do’a
Berbuka Puasa tersebut adalah :
1. Membaca Basmalah (Bismillaahir
rahmaanir rahiim) sebelum makan
kurma atau minum.
2.
Mulai berbuka
3. Setelah selesai Berbuka Puasa,
kemudian membaca Do’a Berbuka : Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah.
Itulah penjelasan dari Blog Siska kali ini. Semoga
Blog Siska ini tidak hanya sekedar dibaca, namun Siska berharap agar bisa
diamalkan & dilakukan.
Jadikan Puasa tahun ini sebagai Puasa terakhir Kita
agar Kita dapat Menjalankannya dengan se-Maksimal mungkin. Karna Kita tidak
pernah tau, apakah Umur Kita masih Sampai atau Tidak untuk Menjalankan Puasa di
Tahun Depan.
Sekian dari Siska, Semoga Bermanfaat J
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Komentar
Posting Komentar